kesimpulan yang bisa saya ambil dari presentasi kelompok batik adalah keahlian dan kesabaran sangat dibutuhkan dalam proses pembuatan batik tulis. selain batik tulis ada juga yang dikenal sebagai batik cap dan beberapa batik lainnya.
berikut adalah proses pembuatan
Siapkan kain, buat motif diatas kain dengan menggunakan pensil
Setelah motif selesai dibuat, sampirkan kain pada gawangan
Nyalakan kompor/anglo. Taruh malam/lilin ke dalam wajan dan panaskan wajan dengan api kecil sampai malam mencair sempurna. Biarkan api tetap menyala kecil
Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena.
Mulailah dengan cara ambil sedikit malam cair dengan menggunakan canting, tiup-tiup sebentar biar tidak terlalu panas, kemudian goreskan canting dengan mengikuti motif yang telah ada. Hati-hati jangan sampai malam yang cair menetes diatas permukaan kain karena akan mempengarufi hasil motif batik.
Setelah semua motif yang tidak ingin diwarna dgn warna tertentu tertutup malam, maka proses selanjutnya adalah proses pewarnaan.Proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup oleh lilin dilakukan dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu.Siapkan bahan pewarna di dalam ember, kemudian celupkan kainnya ke dalam larutan pewarna.Kain dicelup dengan warna yang dimulai dengan warna-warna muda, dilanjutkan dengan warna lebih tua atau gelap nantinya.
Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.
Setelah itu adalah proses nglorot, dimana kain yg telah berubah warna tadi direbus dgn air panas. Proses ini bertujuan untuk menghilangkan lapisan lilin sehingga motif yg telah digambar menjadi terlihat jelas.Jika kita menginginkan beberapa warna pada batik yg kita buat, maka proses 3, 4, dan 5 bisa diulang beberapa kali tergantung jumlah warna yg kita inginkan.
Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan warna berikutnya .
Dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua ,pemberian malam lagi, pencelupan ketiga dst.Misalkan dalam satu kain diinginkan ada 5 warna maka proses diatas tadi diulang sebanyak jumlah warna yg diinginkan berada dalam kain tsb satu persatu (Proses membuka/nglorot dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.)
Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke campuran air dans oda ash untuk mematikan warna yang menempel pada batik, dan menghindari kelunturan.
Proses terakhir adalah mencuci /direndam air dingin dan dijemur sebelum dapat digunakan dan dipakai.
alat yang dibutuhkan :
Canting --> canting adalah alat untuk membatik , biasanya terbuat dari bahan tembaga yang ujungnya menyerupai paruh burung.
Gawangan --> adalah tempat untuk meletakkan kain yang akan dibatik jika prosesnya adalah batik tulis. Gawangan dapat terbuat dari kayu atau bambu
Wajan --> berupa wajan kecil untuk mencairkan malam atau lilin. Wajan ini bisa terbuat dari tembaga atau tanah liat (untuk batik tulis)
Anglo / kompor kecil--> digunakan untuk memanaskan wajan (untuk batik tulis)
Malam/lilin --> malam batik terbuat dari campuran berbagai jenis bahan yang berupa gondorukem, lemak minyak kelapa, dan parafin
Bahan pewarna --> Pewarna bisa menggunakan pewarna kimia/buatan atau dengan Pewarna alami (diambil dari kulit kayu soga, daun indigo dsb )
berikut adalah aspek yang dibutuhkan dalam proses penjualan batik
Modal :
Kain putih polos lebar 2m (biaya permeter Rp 19.000)
Canting (Rp 5.000)
Plastisin/malam (Rp 36.000/kg) Untuk satu batik membutuhkan 1/4kg malam, sekitar Rp 9.000
Zat Warna (Rp 21.000)
Kompor minyak tanah (Rp 18.000)
Wajan (Rp 10.000)
Jadi, untuk satu batik membutuhkan modal sebanyak Rp 101.000,00, sedangkan kami menjual batik tulis per-meternya seharga Rp 150.000,00 (tergantung motif).
Jika kami dalam 1bulan mampu menjual batik sebanyak 6buah maka penghasilan kami dari penjualan batik tulis tersebut sebesar Rp 900.000 Jika dalam 1 tahun, maka penghasilan yang di peroleh sebesar Rp 10.800.000,00. Jadi keuntungan kami dalam 1tahun sebesar Rp 3.528.000.
Jika kami menjual batik tulis dalam bentuk baju maka berikut perincian biayanya :
1 baju batik tulis berlengan pendek membutuhkan 1,5m = Rp 225.000,00
Biaya penjahit = Rp.30.000/baju
Kancing. 1 baju membutuhkan 7 kancing. Harga kancing Rp 3000/biji
Jadi, untuk pembuatan 1 baju membutuhkan modal sebesar Rp 258.000,00.
Untuk 1 baju kami menjual seharga Up-To Rp 350.000,00 (tergantung motif batik). Jika dalam 1 bulan kami mampu menjual sebanyak 1lusin baju, maka penghasilan kami dalam satu bulan adalah Rp 4.200.000,00.
Dan dalam 1 tahun, kami memperoleh sebesar Rp 50.400.000,00. Jadi keuntungan kami dalam 1tahun sebesar Rp 13.248.000,00.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar